Traveler tentu mengenal Gotham City di film Batman. Di Labuan Bajo, kamu bisa menyaksikan nuansa Gotham City lewat kawanan kelelawar di langit berlatar senja.

Menjadi pintu gerbang wisata ke Taman Nasional Komodo di NTT, Labuan Bajo menyuguhkan banyak yang dapat dinikmati oleh wisatawan. Selain Pulau Komodo, salah satu tempat wisata di Labuan Bajo yang bisa dikunjungi adalah Pulau Kalong.

Pada hari Senin kemarin, (25/3/2019) detikcom pun berkesempatan menyambangi Liputan Bajo. Berangkat dari Pelabuhan Penyeberangan ASDP Labuan Bajo, detikcom kembali melanjutkan perjalanan ke kapal Phinisi Sea Safari Cruise.

Kapal Phinisi Sea Safari Cruise (Randy/detikcom)


Bagi yang belum tahu, kapal phinisi atau sejenisnya menjadi moda transportasi sekaligus akomodasi bagi traveler yang ingin menikmati keindahan Labuan Bajo. Istilahnya adalah Life On Board (tinggal di atas kapal) atau Nomadic Tourism seperti yang didengungkan Kemenpar.

BACA JUGA: Mau Liburan Naik Phinisi di Labuan Bajo? Ini Kisaran Biayanya

Setelah menempuh waktu sekitar 1 jam, sampailah detikcom di atas kapal phinisi Sea Safari Cruise. Saat itu, kapal tengah bersandar di perairan yang berada tak jauh dari Pulau Kalong. Salah satu pulau yang dikenal sebagai rumahnya kalong.

Perjalanan naik kapal sedikit bikin mabuk, untung saja kapal phinisi ini dilengkapi dengan aneka spot santai hingga makanan dan minuman yang memadai layaknya di hotel. Tempat duduk pun bisa dipilih, dari mulai di dalam, dek hingga atas kapal.

Kalong yang mulai keluar dari Pulau Kalong (Randy/detikcom)


Asyik bersantai, tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 17.00 Wita. Langit yang tadinya biru, mulai berganti warna jadi kuning semi oranye di kejauhan. Diiringi oleh awan yang cukup tebal saat itu.

Bagi orang kota, panorama sunset Labuan Bajo memang sangat membius. Terlebih, ketika 'awan' hitam mulai muncul dari dalam Pulau Kalong dan menghiasi senja yang tengah berlangsung. Ya, 'awan' hitam itu adalah kalong yang tengah keluar dari dalam pulau.

Entah berapa banyak, kepak-kepak sayap kecil berwarna hitam keluar dan menyeberangi atas kapal kami menuju langit lepas. Begitu banyak jumlahnya, hingga langit sempat menghitam selama belasan menit. Waktunya pun seiring dengan tenggelamnya senja di ufuk Barat.

Kalong yang melintas di atas kapal phinisi (Randy/detikcom)


Menyaksikannya, mata kian dimanjakan oleh karya kebesaran Tuhan. Pikiran pun mengandai-andai, apakah ada tokoh Batman di dalam rombongan kalong tersebut.

Bagi saya, langit Labuan Bajo saat itu tak ada ubahnya dengan gambaran langit Gotham City yang disinari lampu spotlight bergambar Batman. Bukan satu, tapi ratusan ribu. Tentunya, tanpa gedung pencakar langit yang membosankan di film Batman itu.