Curug Cimahi di Bandung Barat begitu eksotis. Objek wisata alam ini pun digemari wisatawan buat liburan.

Curug Cimahi menjadi salah satu wana wisata primadona di Kawasan Bandung Utara (KBU). Secara administratif Curug Cimahi berada di Desa Kertawangi, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Untuk tiba ke sini menggunakan angkutan umum, traveler bisa menuju Lembang dan naik angkot jurusan Lembang-Cisarua.

Tempat yang digemari wisatawan ini pun pernah menjadi lokasi syuting film Air Terjun Pengantin yang dibintangi aktris Tamara Bleszynski dan Tyas Mirasih. Keindahan curug memang tak diragukan lagi.

Air mengalir deras dari atas curug yang tinggi ini. Di sekitarnya terdapat pepohonan hijau dan bebatuan. Konon bebatuan yang berada di sekitar curug merupakan hasil endapan dari lahar vulkanik Gunung Tangkuban Perahu.

Ratusan anak tangga yang menurun akan menyapa traveler setelah menjejakkan kaki melewati loket karcis. Memang, perlu perjuangan ekstra untuk menikmati kesegaran curug setinggi sekitar 80 meter ini secara langsung.

(Yudha Maulana/detikcom)(Yudha Maulana/detikcom)

Rasa lelah tak akan begitu terasa saat menapaki 587 anak tangga. Suara gemuruh air terjun dan rindangnya pepohonan akan menemani traveler hingga ke dasar curug.

Traveler disarankan berhati-hati saat menuruni tangga jika datang di musim penghujan. Sebab, pijakan menjadi sedikit licin. Fasilitas viewdeck juga bisa menjadi tempat beristirahat bila kaki mulai pegal.

Jika beruntung, traveler bisa melihat sekawanan kera ekor panjang (Macaca fascicularis) bergelantungan di pepohonan, dan berbagai jenis burung yang menandakan masih terjaganya lingkungan di sana.

(Yudha Maulana/detikcom)(Yudha Maulana/detikcom)

Sesampainya di dasar Curug Cimahi, traveler bisa langsung menikmati segarnya kolam air terjun. Namun ada larangan untuk berenang di sana karena kedalamannya mencapai dua meter lebih.

Aliran air Curug Cimahi ini berhulu dari Situ Lembang, kemudian mengalir untuk mengairi wilayah Kota Cimahi dan sekitarnya. Nama Curug Cimahi sendiri berasal dari kata 'ci' atau air dan 'mahi' yang berarti cukup dalam bahasa Sunda.

(Yudha Maulana/detikcom)(Yudha Maulana/detikcom)

"Mau musim hujan atau kemarau, air di sini tak pernah surut. Paling debit airnya yang mengecil," kata Wa Hasan (59), warga yang telah puluhan tahun berdagang di area Curug Cimahi kepada detikcom.

Wa Hasan mengatakan, kebanyakan pengunjung yang datang ke Curug Cimahi ini berasal dari luar kota. "Kebanyakan dari wilayah Tangerang, Depok, Bekasi, Jakarta," katanya.

Harga tiketnya pun tergolong murah untuk pengalaman yang ditawarkan, yakni Rp 17.000 untuk wisatawan lokal dan Rp 25.000 untuk wisatawan mancanegara. Di sini juga sudah tersedia musala, toilet, ruang ganti dan warung yang dikelola oleh penduduk lokal.